Usaha Mas Gon’s merupakan sebuah usaha rintisan yang berawal dari sebuah perjalanan panjang selama bergelut di dunia kaum marginal. Usaha yang sudah dirintis hampir satu tahun oleh Adetya Bayu Pamungkas ini, bisa dikatakan terbentuk bukan karena semata-mata untuk kebutuhan usaha pribadi, melainkan dikarenakan dari timbulnya kegelisahaan selama melakukan kegiatan sosial pendampingan ibu-ibu pinggiran dan anak jalanan. Selama masa pendampingan, ada sebuah kesimpulan dari pembelajaran kehidupan yang dijalani oleh pemuda yang juga masih tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Pertanian UNS ini, bahwa masalah terbesar yang dihadapi oleh ibu-ibu pinggiran dan anak-anak jalanan tersebut adalah masalah ekonomi dan pendidikan. Mereka membutuhkan lapangan pekerjaan, modal usaha dan hal-hal lainnya yang mereka butuhkan untuk menyambung hidup. Hingga akhirnya timbullah sebuah ide yang diharapkan mampu menjadi sedikit solusi dalam membantu mereka, terutama dalam hal ekonomi, yaitu dengan membuka usaha hik atau angkringan yang diberi nama Mas Gon’s, yang mana makanannya diambil dari barang dagangan ibu-ibu pinggiran tersebut, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.
Dalam keberjalanannya, setelah beberapa bulan berjalan, akhirnya Mas Gon’s menambah usahanya dengan berjualan ayam goreng krispi, sambil mencari format usaha yang mapan, untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak jalanan serta memberdayakan para kaum marginal agar tetap terbina. Hingga saat ini omset yang sudah di capai oleh usaha Mas Gon’s sendiri selama satu tahun, rata-rata sudah mencapai sekitar 9 juta sampai 10 jutaan. Niatan tulus usahanya yang diawal hanya sebatas digunakan untuk membantu kaum marginal, ternyata juga mampu menjadi sumber penghasilan untuk membiayai kehidupannya pribadi. Hal ini justru menjadi suatu nilai tambah dengan menjadikan usahanya sebagai sarana untuk memberdayakan kaum-kaum marginal yang justru lebih sering terpinggirkan oleh masyarakat saat ini. Ternyata memang tidak mudah dalam melakukan sebuah program pemberdayaan masyarakat kaum marginal dan anak jalanan yang sejatinya masih membutuhkan penyikapan khusus.
“Dan alhamdulillah saat ini berbekal kesabaran dan keuletan, besok tanggal 15 Mei 2013, insyallah Mas Gon’s Fried Chicken akan membuka 4 cabang di Solo.” Tambah Bayu, begitu ia biasa di sapa.
Menjadi sociopreuner bukanlah sebuah pilihan yang mudah, berbeda dengan seorang enterpreuner yang mungkin orientasi usahanya hanya sebatas pemenuhan akan kebutuhan finansial pribadi. Dengan menjadi seorang sociopreuner, kita tidak hanya sebatas berpikir bagaimana kita mampu mengkayakan diri sendiri, melainkan juga berpikir bagaimana agar melalui usaha yang kita lakukan, kita pun mampu mengkayakan orang lain yang ada di sekililing kita. Menjadi seorang sociopreuner, kita dituntut untuk lebih peka dengan kebutuhan permasalahan yang ada di sekeliling kita, karena memang sudah seharusnya, kita sebagai seorang muslim, mampu menjadi solusi bagi setiap permasalahan umat.
