Tepat saat jam makan
siang, mampirlah ke Warung
Sate Kambing di solo. Meski baru
buka sekitar jam makan siang, kursi di warung ini telah penuh dengan
pelanggan. Salah
satu makanan yang menjadi favorit pelanggan adalah Sate Buntel. Makanan unik
yang cukup banyak di jumpai di kota Solo.
Ide
membuat sate buntel ini sangat cerdas dan menarik, khas kebiasaan para kawula
alit yang memanfaatkan kesederhanaan menjadi kemewahan. Mirip asal muasal
tengkleng yang memanfaatkan sisa daging yang menempel di daging menjadi sajian
lezat, begitu pula sejarah sate buntel yang memanfaatkan bagian daging keras
yang merupakan mayoritas dari kambing. Agar bisa tetap dinikmati, daging
tersebut dicacah lembut dan dihilangkan semua ototnya. Hasilnya, penggila
kambing bisa merasakan lembutnya daging dan terbebas dari aroma prengus
yang biasa menguntit. Bentuk yang
menarik dan rasa yang gurih membuat sate yang satu ini terasa unik di lidah.
Daging kambing yang dicincang, kemudian dibungkus dengan lemak jala (lemak
kambing tipis dari bagian perut) menambah sensasi ketika dibakar,kaldu yang
keluar akibat proses pembakaran terasa juicy dan menciptakan tekstur yang khas.
Ketika di gigit lemaknya terasa sedikit liar dimulut kita
Berbeda
dengan sate pada umumnya yang dimakan dengan cara ditarik dari tusuknya, di
sini kita tak perlu melakukannya. Sate Buntel tersaji tanpa bilah bambu
penusuk, dua buntelan daging siap dilahap hanya dengan mengiris ringan
menggunakan sendok. Tersaji sederhana dengan acar mentimun dan irisan bawang
merah dilengkapi sambal, sate buntel sudah cukup memompa liur. Satu lagi jurus
Sate Buntel menaklukan lidah, yaitu siraman kecap encer bermanis sedang..
Puas
memenuhi perut dengan olahan kambing, beragam minuman segar siap membilas
kerongkongan, menyetor cairan penghilang rasa haus meski tak mengorbankan
memori aneka bumbu eksotis dan kelembutan daging kambing. Bagi yang belum
pernah mencoba, menu ini bisa menjadi alternatif tujuan kuliner anda. (idha)