Wirausaha Mie Ayam Hot Plate


Nama     : Hendra Arief Setiawan (Mas Pampam)
TTL       : Surakarta, 26 Agustus 1986
Alamat   : Jl. KH. Samanhudi No. 115 Premulung RT 09/IX, Laweyan, Surakarta
Usaha    : Rumah Makan (Rujak Es Krim dan Mie Ayam Hot Plate)
Contact  : Jl. KH. Samanhudi No. 115 Premulung RT 09/IX, Laweyan, Surakarta
                No. HP : 085642303399
  

Apa motivasi Anda menjadi wirausaha?
Karena Alloh. Posisi saya sebagai seorang pendakwah yang sering pergi mengharuskan saya untuk punya usaha sendiri. Jika bekerja sebagai pegawai otomatis terikat dan tidak mungkin bisa pergi untuk tetap bisa berdakwah dan beribadah tepat pada waktunya. Sehingga saya memutuskan untuk berwirausaha. Kebetulan saya suka dengan kuliner akhirnya saya memutuskan untuk membuka warung rujak es krim yang sekarang menjadi mie ayam hot plate
                                                   
Bagaimana dinamika suka duka usaha Anda dari awal berdiri sampai sekarang?
Awal mulai membuka  itu tahun 2011, hanya membuka warung rujak es krim dan minuman yang lainnya. Belum ada pegawai, hanya saya sendiri dibantu adik saya yang baru masuk kuliah. Awalnya memang ramai tetapi untuk rujak es krim ini musiman. Setiap musim hujan datang, omset berkurang bahkan malah merugi. Akhirnya ada permintaan dari konsumen untuk ditambah makanan dan saya pun menyanggupinya. Persiapan penjualan sejak dini hari sudah mulai memasak sementara saya belum punya pegawai, hanya dibantu adik perempuan saya dan ibu saya.
Setiap kali saya keluar ikut majlis dakwah untuk beberapa hari pasti pengolahan masakan tidak sesuai dengan selera konsumen sehingga berpikir ulang. Iya, Alloh membuktikan kekuasaanNya, rejeki dimana-mana, pasti selalu ada jalan keluar bagi mereka yang mau berusaha. Saya memutuskan untuk fokus pada rujak es krim saja ditambah dengan mie ayam hot plate dan alhamdulillah sekarang sudah mulai ramai. Tidak hanya itu, setiap saya tinggal ke mejelis pun atau ikut kegiatan dari remaja masjid, usaha tetap berjalan karena pengolahnnya yang lebih mudah dan tidak memakan banyak waktu dan keluarga saya pun lebih bisa. Sekarang saya sudah punya satu karyawan ditambah lagi dengan adik saya yang membantu. Alhamdulillah

Apa yang Anda utamakan dalam usaha ini?
Setiap melakukan sesuatu pasti dengan niat yang baik. Disini yang saya utamakan adalah pelayanan terhadap konsumen secara maksimal. Menjaga kepercayaan pelanggan tentang rasa sekaligus kebersihan dan kesehatannya. Melayani pelanggan dengan senang hati, menjaga sikap atau tingkah laku, terutama tutur kata. Dalam Islam dijelaskan diam itu lebih baik daripada berbicara tidak bermanfaat. Nah prinsip itulah yang saya pakai. Saya justru tidak suka banyak bicara tentang makanan yang saya jual karena munurut saya para pelangga sudah bisa menilai sendiri kualitas atau mutu dari sebuah produk makanan sehari-hari.

Sudah puaskah dengan kondisi usaha Anda sekarang? Lalu apa harapan usaha Anda ke depan?
Sebenarnya belum, tapi saya hanya manusia biasa, seorang hamba yang wajib patuh kepada Tuhannya. Karena takut takabbur atau nanti malah timbul rasa tamak ya tetap mensyukuri apa yang telah diberikan ini. Tetap berusaha untuk menjadi lebih lagi tanpa melupakan ketawakkalan. Harapannya ke depan usaha ini lebih bisa bermanfaat lagi saya untuk banyak orang.

Dalam menjalankan usaha Anda, apakah ada prinsip-prinsip sedekah juga? Kenapa?
Prinsip? Mungkin bukan prinsip ya. Mungkin hanya sekedar ikut membantu saja. Seperti majelis dakwah yang saya ikuti tentu terkadang membutuhkan dana jadi turut serta membantu agar tetap bisa berjalan untuk kemaslahatan orang banyak.sebagai bentuk rasa syukur saja. Karena saya yakin shodaqoh tidak mengurangi rejeki yang Alloh berikan namun justru sebaliknya.