Membuka Lembaran Baru

Membuka Lembaran Hidup Baru  sering dikaitkan dengan hidup baru seperti saat kita baru kuliah, baru menikah, baru masuk ke perusahaan baru, baru pindah ke rumah baru, memasuki tahun baru, setelah Idul Fitri, dan sebagainya. Ya, itu bisa dikatakan lembaran hidup baru, namun bukan hanya itu. Kita bisa membuka lembaran baru Kita setiap hari. Ya, setiap hari. Lembaran hidup baru bukan berarti sekedar hidup yang baru atau hidup yang berbeda dengan yang sebelumnya. Membuka lembaran hidup baru bukan hanya setelah terjadi perubahan, justru membuka lembaran hidup baru adalah momen perubahan ke arah hidup yang lebih baik. Bukalah lembaran hidup baru setiap hari agar Kita mendapatkan momen perubahan setiap hari yang artinya perbaikan diri setiap hari.

Allah swt telah mengingatkan kepada kita dalam Al Qur’an Surat Al-‘Ashr: 1-3, yang artinya :
”Demi masa. Sesungguhnya manusia benar benar berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran...”

Dari sini kita diingatkan bahwa kebanyakan manusia berada dalam kerugian pada kehidupannya. Terkecuali orang-orang yang mempunyai keyakinan bahwa setiap yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan, orang yang selalu berbuat amal shalih berdasarkan ilmu dan keikhlasan, kemudian mereka yang saling menyerukan kebaikan dan selalu berada dalam jalan kebenaran dan juga bagi mereka yang selalu berada dalam kesabaran dijalan kebenaran tersebut. Setiap orang punya kesempatan itu. Setiap detik, setiap waktu. Semuanya berpotensi untuk bisa membuat lembaran baru yang lebih baik. Tidak harus menunggu sebuah moment semisal tahun baru.
 Banyak yang berkata, tahun baru adalah harapan baru. Padahal, banyak kasus, sudah bertahun-tahun lewat, sudah beribu harapan baru kita resolusikan, namun banyak yang tidak berubah sama sekali. Benarkah tahun baru adalah harapan baru? Think again! Banyak orang yang gagal dengan resolusi tahun barunya.
Tidak sedikit yang akhirnya melupakan “tradisi” membuat resolusi di tahun baru. Mengapa? Sebab resolusi tahun lalu pun tidak tercapai. Apa yang salah? Sebab harapan baru itu hanya ilusi jika tidak kita persiapkan apa yang menyebabkan harapan baru itu terwujud. Kita sering kali melupakan sebab akibat. Kita berharap akibat, tetapi melupakan sebab. Berharap mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi tidak pernah berubah.

Virus Masa Lalu Menghambat Kita
Satu hal penting yang selalu menghambat diri kita untuk mencapai hal baru adalah karena adanya virus dari masa lalu. Virus ini akan menghambat Kita berkembang dan tidak akan mencapai pencapaian baru yang lebih baik. Jika Kita ingin berubah, Kita harus membasmi virus masa lalu ini.
Apa yang dimaksud virus masa lalu? Yaitu saat kita tidak pernah mengambil hikmah. Hikmah ini sering terlewatkan oleh kita, karena kita sering fokus pada hikmah kegagalan, tapi melupakan hikmah keberhasilan.
Menyataan masa lalu: Jika melakukan ikhtiar A maka kita akan menghasilkan A. Hikmahnya adalah, jika Kita ingin menghasilkan B, maka Kita harus melakukan ikhtiar B. Sayangnya, banyak orang yang ingin menghasilkan B, tetapi tindakannya tetap A. Teorinya mudah, namun mengapa tetap saja ikhtiar A yang dilakukan padahal kita ingin B? Sebab virus itu sudah mengakar dalam pikiran dan tubuh kita. Kita lebih cendrung melakukan hal yang biasa dan bisa atau dengan istilah lain disebut zona nyaman. Artinya cara berpikir kita tidak pernah berubah, maka tindakan tidak berubah, dan hasilnya pun tidak berubah. Inilah cara merubah harapan baru yang datang dari keyakinan baru.

Langkah pertama untuk menghapus virus lama adalah dengan keyakinan baru. Virus hanya akan berhenti bekerja saat kekebalan tubuh kita baik atau kuat. Begitu juga dengan virus masa lalu akan “mati” jika Kita memiliki keyakinan kuat akan mencapai apa yang Kita harapkan itu. Perkuat keyakinan Kita, virus lama akan mati, dan Kita tidak akan terhambat lagi. Keyakinan seperti apa yang harus kita perkuat?
Perkuat keyakinan kepada Allah subhaanahu wa ta’ala. Seorang yang bijak telah berkata: “jika Allah sudah mengijinkan sesuatu, itu pasti akan terjadi, terlepas kesulitan apa yang kamu miliki. Tidak ada yang bisa mencegah kehendak Allah, ‘kun fayakun’. Jangan takut, raihlah impian besar, sesulit apa pun jika Allah mengijinkan kamu akan mencapainya. Laa hawla wa laa quwwata illa billah“.
Perkuat keyakinan akan potensi diri = tingkatkan percaya diri. Setelah keyakinan kepada Allah kita tingkatkan, maka kita tingkatkan pula keyakinan akan potensi diri Kita. Allah sudah memberikan potensi yang luar biasa kepada kita.
Bagaimana pun hebatnya tujuan Kita, yakinlah dengan potensi yang sudah Kita miliki dan pertolongan Allah, Kita akan mencapainya. Silahkan tingkatkan kepercayaan diri Kita. Yakinlah bahwa harapan Kita bisa dicapai.
Ketika ada sebuah pertanyaan, bisakah Kita memakan sepeda? Inilah 3 dimensi keyakinan yang harus Kita perkuat, jika Kita ingin mencapai harapan baru dan menghapus virus lama Kita.
Berubahlah salah satu bentuk virus masa lalu adalah menganggap apa yang Kita lakukan dan cara berpikir Kita adalah yang terbaik. Kita menganggap tidak perlu diperbaiki lagi. Ini salah besar. Ilmu Allah itu luas, kenapa harus membatasi dengan cara kerja dan cara berpikir sendiri? Kita harus berubah baik cara berpikir maupun cara bekerja Kita. Yakinlah bahwa ada cara yang lebih baik. Meski pun belum Kita ketahui saat ini. Kuncinya adalah Kita harus mulai membuka diri untuk berubah. “Iya sich harus berubah, tapi dalam prakteknya bagaimana?”

Memang, banyak yang menyarankan untuk berubah, tapi tidak memberitahu cara berubah. Begini caranya: Muhasabah, Rencanakan dan Lakukan. Muhasabah adalah evaluasi dari apa yang sudah kita lakukan. Mana yang berhasil, mana yang tidak, dan mana yang perlu diperbaiki. Kedua rencanakan apa yang akan dilakukan dan perbaikan apa yang akan dilakukan. Ketiga lakukan rencana itu. Kita pasti berubah jika melakukan ketiga langkah itu, tanpa terlewat.

Semua Perubahan Datang Dari Diri Kita
Jadi, kesimpulannya harapan baru itu datang dari perubahan diri Kita sendiri. Mau tahun baru atau tidak, jika Kita mau mengubah diri baik keyakinan, cara berpikir, dan cara bertindak, maka Kita akan berubah menjadi lebih baik. Jika Kita berubah menjadi lebih baik, maka harapan baru itu ada di hadapan Kita.