Wirausaha Bimbingan Belajar ala Dimas

Nama : Dimas Teguh Saputra, S. Pd

TTL : Karanganyar, 12 Desember 1990

Alamat : Ngadirejo Rt.03/Rw.03, Ngunut, Jumantono, Karanganyar

Alamat usaha
Kantor Pusat : Jl.Raya Jumantono – Karanganyar ( Depan BRI Jumantono)
Kantor Cabang 1 : Jl.Raya Ngargoyoso – Mojogedang (Timur SMPN 1 Ngargoyoso)
Alamat fb/email : Dimas Teguh Saputra / dimasts@rocketmail.com

No Telp/HP : 085642370128
 
 
1. Sejak kapan anda memulai usaha ? Kemudian kenapa anda memilih usaha tersebut?
- Sejak masih mahasiswa semester 4, tepatnya pada tahun 2009.
- Karena saya menyukai bidang pendidikan, terlebih lagi sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Bisnis di bidang pendidikan terbukti anti krisis, karena semua masyarakat membutuhkan pendidikan.
2. Bagaimana dinamika suka duka usaha anda dari awal berdiri sampai sekarang?
Saya terlahir bukan dari keluarga pengusaha, bapak saya seorang PNS dan Ibu seorang Ibu rumah tangga. Diawal usaha saya berbekal sebuah prinsip “buka dulu, masalah nanti gimana, dipikir sambil jalan”. Karena saya melihat banyak sekali teman-teman saya yang memiliki ide usaha yang cemerlang tetapi kandas hanya sebatas ide, mereka umumnya terlalu memperhitungkan keuntungan dan kerugiannya terlebih dahulu, sehingga takut untuk memulai.
Embrio Bimbingan Belajar Generasi Pintar berasal dari hobi saya mengajar TPA semasa SMA di masjid kampung, setelah saya sudah menjadi mahasiswa saya tertarik untuk membantu belajar tetanga-tetangga saya usia SD. Waktu itu saya tidak menarik bayaran sepeserpun, pembelajaran bertempat dirumah saya, meskipun demikian seiring berjalannya waktu peminatnya semakin bertambah banyak. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menarik biaya bimbingan, kemudian saya mulai merekrut tentor-tentor dari teman-teman kuliah. Kondisi tersebut berjalan hingga akhir tahun 2011.
Kemudian sejak saat itu saya lebih rajin mengikuti seminar-seminar dan training Bisnis. Saya juga aktif berkonsultasi dengan tokoh-tokoh bisnis yang telah sukses. Dari situ saya mulai bisa membaca peluang dari kegiatan yang saya lakukan, bahwa peluang usaha Bimbingan Belajar sangat menjanjikan. Pada bulan Mei 2012 saya memberanikan diri untuk membuka dan membesarkan secara resmi usaha Bimbel saya. Saya sama sekali tidak meminta modal uang sepeserpun ke orang tua saya. Waktu itu saya mempunyai beasiswa dari kampus sebesar 2,5 juta. Saya sadar uang segitu tidak akan mungkin cukup untuk mengontrak gedung kemudian membeli segala perlengkapan bimbel. Kemudian saya terapkan ilmu yang saya dapatkan dalam seminar yang pernah saya ikuti yaitu lobi, alhamdulillah saya mempunyai teman yang mau meminjami saya modal tanpa jaminan apapun. Lalu  saya mulai mengontrak sebuah Gedung, saya juga membuka lowongan karyawan dari mulai staff administrasi sampai tentor/pembimbing. Setelah semuanya siap dari mulai kantor, tentor, pengelola, fasilitas, sistem, SOP, kemudian Bimbel Generasi Pintar mulai menyusun strategi marketing sebaik mungkin. Kami mulai terjun prsentasi ke sekolah-sekolah, menyebar brosur, kami juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Akhirnya tanpa terduga respon masyarakat bagus, sampai saya harus mengontrak 1 ruko lagi karena jumlah pendaftar membludak. Kami mengontrak ruko dengan tempat terpisah jarak 1 km, tetapi masih satu manajemen. Saat itu jumlah pendaftar ada sekitar 250 siswa.

Bimbel Generasi Pintar pada tahun berikutnya (tahun ini) semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Karena telah terbukti banyak sekali siswa kami yang mendapat juara kelas. Kami kemudian menambah tentor lagi yang semula tim kami berjumlah 8 sekarang menjadi 17. Dan pada pertengahan semester ini kami melakukan pengembangan usaha kami dengan membuka cabang baru di kecamatan Ngargoyoso. Alhamdulillah mulai mendapat respon yang bagus dari masyarakat.

3. Sudah puaskah dengan kondisi usaha anda sekarang? 
- Belum puas

4. Apa harapan/ target untuk usaha anda ke depan?
- Saya telah membuat planning kedepan, target saya Bimbingan belajar Generasi Pintar ini akan menyebar di seluruh kecamatan di seluruh Indonesia. Seperti konsep Alfamart dan Indomart. Jadi Bimbel saya memang tidak saya dirikan di pusat kota , tetapi saya mulai dari bawah dahulu kemudian baru ke atas.

5. Apakah dalam usaha anda juga menerapkan prinsip sedekah/sosial juga?
- Iya.
- Sedekah merupakan pengeluaran wajib dalam usaha saya, saya ambil 10 % dari keuntungan bulanan saya. Biasanya langsung saya serahkan ke lembaga ZISWAF, dan kadang langsung saya salurkan sendiri kepada yang berhak menerima.